Selasa, 26 Februari 2008

Coincidence?


Malam Penganugerahan Academy Award baru saja usai digelar pada hari Minggu 24 Februari 2008. Yang mengejutkan, 4 penerima penghargaan utama untuk kategori akting berasal dari Eropa. Daniel Day Lewis (Irlandia) menerima penghargaan Aktor Utama Terbaik, Marion Cotillard (Perancis) untuk kategori Aktris Utama Terbaik, Javier Bardem (Spanyol) untuk kategori Aktor Pendukung Terbaik, dan Tilda Swinton (Skotlandia) untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik. Memang sulit dipungkiri, keempatnya memberikan performa mengagumkan di film mereka masing-masing, terutama Daniel Day Lewis yang sudah diprediksi banyak media akan memenangkan penghargaan ini. Hanya saja patut dicermati, apakah ada hidden agenda dari penganugerahan Oscar kali ini. Gue terus terang nggak pernah percaya dengan yang namanya coincidence. Ingat dengan penganugerahan Oscar tahun 2002 lalu yang kental dengan isu rasisme? Saat itu Denzel Washington dan Halle Berry memenangkan Oscar untuk masing-masing Aktor dan Aktris Utama Terbaik. Menurut gue, Training Day bukanlah performa terbaik Denzel. Dia harusnya memenangkan Oscar 2 tahun sebelumnya lewat The Hurricane. Gue nggak tahu apakah hal ini hanya sekedar upaya mendongkrak rating atau terdapat alasan politis di balik itu semua. Atau mungkin juga memang ini hanya coincidence belaka, sebagai pertanda bahwa Hollywood dipenuhi dengan aktor-aktris berbakat berdarah Eropa. I don’t know. I just don’t believe in coincidence…

Disaster In Indonesia

Lagi-lagi Indonesia terkena bencana alam. Pada hari Senin, 25 Februari 2008, kemarin sekitar pukul 15 terjadi gempa sebesar 7,2 skala richter yang mengguncang Bengkulu. Dilaporkan bahwa getaran gempa terasa hingga di Padang. Oh God, lagi-lagi bencana. Salah apa ya manusia Indonesia ini? Padahal baru saja memasuki tahun 2008, bencana alam datang silih berganti. Mulai dari banjir di Jakarta, air pasang di jalur Pantura, sekarang gempa ini. Mari kita berdoa sama-sama supaya bencana ini segera berlalu.

My Baby


Pusing gue. Hari ini keponakan gue yang paling kecil masuk rumah sakit gara-gara muntaber. Gue udah bolak-balik rumah – rumah sakit 4 kali dalam sehari ini. Lima kali kalo yang tadi pagi juga diitung, waktu nungguin kakak ipar gue yang keguguran. Pusing ni, mana papanya keponakan gue lagi di Jakarta. Moga-moga aja keponakan gue nggak kenapa-kenapa.

Senin, 25 Februari 2008

Jatuh Cinta Lagi


Hari ini, gue jatuh cinta lagi setelah sekian lama. Gue bahkan nggak nyangka masih bisa ngrasain yang namanya jatuh cinta. Shit, gue nggak bisa berhenti mikirin dia...

Minggu, 17 Februari 2008

Requirement for Happiness: None


Tadi malam gue baru aja ngobrol-ngobrol n dinner ama temen gue. Dia baru ada acara keluarga di Ngawi dan sempet mampir di Solo bentar sebelum balik ke Jakarta. Jadi dia ngerasa hidupnya belum cukup lengkap. Pada beberapa kesempatan dia ngomong kalo sebenernya yang bikin batasan (persyaratan) untuk kebahagiaan seseorang adalah orang itu sendiri. Gue pikir bener juga ya apa kata dia. Apa sih sebenernya syarat untuk jadi bahagia? Kita seringkali berdoa memohon pada Tuhan macam-macam hal. Kesehatan, kekayaan, karier, jodoh. Apa iya kalo semua hal itu terkabul trus menjamin hidup kita happily ever after? Kita seringkali membuat banyak persyaratan untuk bahagia. Gue bakal bahagia kalo lulus kuliah tepat waktu. Gue bakal bahagia kalo bisa menikah sebelum usia 25. Gue bakal bahagia kalo dapet posisi manajer saat usia gue 30. Tapi daftar itu nggak akan ada habisnya dan kita nggak akan pernah bisa bener-bener bahagia. Apa sih sebenernya yang bener-bener kita perluin untuk jadi bahagia? Kalo gue liat, kehidupan petani jaman dahulu jauh lebih simpel. Mereka tak pernah memasang target terlalu muluk dalam hidupnya. Asalkan panenan mereka bisa menghasilkan, itu sudah cukup jadi alasan untuk bersukacita. Tau nggak, gue iri ama mereka. Kalo mereka bisa bahagia dengan kehidupan yang sederhana, kenapa manusia modern di kota besar selalu merasa haus akan kebahagiaan? Gue ingin belajar bersyukur atas semua yang gue miliki saat ini supaya gue bisa selalu berbahagia, dalam keadaan seperti apapun.

The Return


Oke, guys. Hari ini gue baru aja dapet 1 helluva experience. Pagi hari, rasanya semua barang yang gue punya ilang. Pertama, charger HP gue ilang. Padahal gue yaki banget tu charger ada di kamar, abis dipinjem ama sepupu gue. Kedua, waktu gue pengen masukin Mp3 dari komputer ke Ipod gue, kabel sambungannya (gue ga tau namanya sih; yah at least something like that-lah) ilang. Ketiga, ada beberapa bagian dari project naskah novel gue yang waktu gue cari-cari nggak ada di komputer gue. Padahal gue yakin banget udah nulis itu script. Gue berasa heran aja, kenapa hari ini banyak banget barang yang ilang dari gue yah. But nggak berapa lama, barang-barang itu gue temuin, di saat gue udah hopeless dan ngerelain tu barang ilang. Charger ponsel bisa dibeli lagi, kabel sambungan Ipod gue udah relain, sementara naskah...yah, apes-apesnya ya gue nulis lagi. But semuanya ketemu. Charger ternyata ada di bawah meja di kamar gue. Kabel sambungan ternyata ada di bag laptop gue karena bokap gue nggak sengaja masukin di situ, dan naskah itu...well, apparently gue nulis script itu di laptop gue dan belum gue pindahin ke komputer gue. Hahaha, pikun banget gue jadi orang. Trus gue udah mikir gini, jangan2 ini pertanda yah gue bakalan ketemu ma orang yg udah lama ga gue temuin. Eh ternyata bener. Barusan kenalan gue, mbak-mbak penjaga rental komik yang gue sering ke sana, sms gue. Waah, padahal kita udah setahun lebih nggak ketemu sejak gue pindah Jakarta. Next, gue punya feeling ada orang lagi yang bakal gue ketemu. Gue harap sih...hehehe

Senin, 11 Februari 2008

Happy Valentine, Dili


Dua hari lagi adalah Valentine Day. Hari Kasih Sayang yang (katanya) diperingati orang-orang seluruh dunia. Tapi apa yang terjadi di dunia akhir-akhir ini tidak mencerminkan kasih sayang sama sekali. Nggak usah jauh-jauh. Liat aja yang terjadi di negara tetangga bekas pecahan Indonesia, Timor Leste. Pagi kemarin terjadi penembakan terhadap presiden Ramos Horta dan disusul penyerangan terhadap PM Xanana Gusmao. Pemimpin penyerangan tersebut adalah mantan Mayor yang desertir, Alfredo Reinado. Reinado sendiri akhirnya tewas tertembak dalam insiden tersebut. Setidaknya 37 orang tewas dan 155.000 orang terpaksa mengungsi. Wow...Gue ngeliat interview dengan Reinado di Metro TV pada acara Kick Andy tahun 2007 silam (tayangan ulangnya ada kemarin malam). Gue nggak menyangka kalau orang yang gue liat itu adalah orang yang sanggup membuat kekacauan berdarah di suatu negara. Menjelang hari kasih sayang ini, kenapa masih banyak orang yang tidak memahami arti kasih sayang?